Articles Comments

90.7 MHz Semeru FM » Berita Hari Ini, Pendidikan dan Kebudayaan » Diklat Calon Kepala Sekolah

Diklat Calon Kepala Sekolah

No Banner to display

Lumajang – Bupati Lumajang Dr.Sjahrazad Masdar dan Wakil bupati Lumajang As’at Malik , senin ( 01/04 ) membuka Pendidikan dan Pelatihan ( Diklat ) Calon Kepala Sekolah di Kantor Diklat Lumajang.

Diklat Calon Kepala Sekolah di Kantor Diklat Lumajang Foto : Radio Semeru. Fm

Diklat Calon Kepala Sekolah di Kantor Diklat Lumajang
Foto : Radio Semeru. Fm

Dalam sambutanya, Bupati Lumajang mengajak sedikitnya 93 peserta diklat untuk melaksanakan diklat sesuai dengan yang diharapkan, sehingga kedepan bisa menjalankan semua tugas sebagai kepala sekolah sesuai dengan hasil yang dicapai saat ini.

Dalam kesempatan itu Bupati Lumajang Sjahrajad Masdar juga meminta pada semua peserta untuk tidak meminta yang berlebihan kepada Pemerintah Daerah, dirinya tidak menginginkan calon Kepala Sekolah nantinya hanya menuntut materi saja, namun dirinya meminta mereka yang sudah masuk dalam diklat Calon Kepala Sekolah tersebut bisa menunjukan terlebih dahulu prestasinya.

“ Hari ini kita berhadapan dengan calon kepala sekolah yang lulus seleksi, yang nyeleksi LPMP, maka LPMP juga bertanggung jawap pada materi – materi yang diberikan. Lulus seleksi itu sama dengan punya SIM tapi tidak punya kendaraan, maka itu kalau sudah dikasih SIM jangan untuk supaya dapat kendaraan, tetapi tunjukkan prestasi saudara – saudara dengan baik. Maka itu di Lumajang ini sebenarnya guru yang mendapatkan tugas sebagai Kepala Sekolah, kalau yang baik itu kan ada kepala sekolah sendiri ada guru sendiri. “  ungkap Sjahrazat masdar.

Kepala Kantor Diklat Lumajang, Nur Wakhit Ali Yusron Foto : Radio Semeru. Fm

Kepala Kantor Diklat Lumajang, Nur Wakhit Ali Yusron
Foto : Radio Semeru. Fm

Hal senada juga diungkapkan Kepala Kantor Diklat Lumajang, Nur wkahit Ali Yusron, sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Nasional ( Permendiknas ) No.28, bahwa  guru yang akan menduduki jabatan sebsagai kepala sekolah harus melalui proses diklat, sehingga diklat yang dibuka langsung oleh Bupati wajib diikuti oleh peserta yang sudah masuk dalam data pengajuan.

“ Seperti kita ketahui bersama bahwa terkait penyiapan tenaga kepala sekolah sebagaimana ketentuan Permendiknas No. 28 itu, disebutkan bahwa guru yang akan menduduki jabatan sebagai kepala sekolah itu ada beberapa tahapan yang harus dilalui, jadi yang pertama seleksi administrasi, yang kedua seleksi akademik dan yang ke tiga adalah diklat. Jadi diklat ini sifatnya wajib maka kita selenggarakan ini terlebih dahulu karena kemungkinan ada jabatan kepala sekolah yang kosong, “  ungkap Nur wakhit

Karena diklat ini sebagai salah satu kewajiban yang harus dikakukan oleh calon kepala sekolah, Kantor Diklatpun menyelengarakan lebih awal, sebelum mereka di tempatkan sebagai kepala sekolah. Diklat yang diselenggarakan senin ( 01/04 ) tersebut bekerja sama dengan Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan ( LPMP ) Jawa Timur.

“ Salah satu persyaratan sebelum mereka di tempatkan adalah mengikuti diklat,  yang di selenggarakan oleh lembaga yang diakreditasi oleh mendiknas, saat ini kita bekerja sama dengan LPMP, Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan Jawa Timur yang di Surabaya, “  tambah Nur wakhit.

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Winhadno Hari Surya Foto : Radio Semeru. Fm

Kepala Dinas Pendidikan Lumajang, Winhadno Hari Surya
Foto : Radio Semeru. Fm

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Lumajang, Winhadno Hari Surya mengatakan, diklat bagi calon kepala sekolah merupakan syarat mutlak yang wajib diikuti peserta, sehingga semua peserta harus lulus. Peserta yang lulus seleksi administrasi dan seleksi akademik sebanyak 94 orang tetapi hanya 93 peserta yang bisa mengikuti diklat karena 1 orang peserta meninggal dunia. Mereka terbagi dari berbagai Sekolah yaitui Sekolah Dasar ( SD ), Sekolah Menengah Pertama ( SMP ), Sekolah Menengah Atas  ( SMA ) dan Sekolah Menengah Kejuruan ( SMK ) yang sudah diusulkan oleh Tim Seleksi.

“ Jadi syarat sesuai dengan Permendiknas no. 28 tahun 2010, seseorang yang ditetapkan itu dalam diklat harus lulus, yang kedua ilmunya harus di kuasai, yaitu ilmu kepala sekolah, berarti kan sangat naif kalau tidak menguasai ilmu yang betul – betul menjadi persyaratan sebagai kepala sekolah, “ ungkap Winhadno Hari Surya.

Dia menambahkan, semua ilmu yang sudah didapat oleh calon kepala sekolah ini bisa dimaksimalkan dan diaplikasikan dalam proses kegiatan belajar mengajar sehari-hari.


Dalam Kategori: Berita Hari Ini, Pendidikan dan Kebudayaan · Tags: ,

No Banner to display

Leave a Reply

*


*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>